Bekerja Saat Hamil Tua Buat Bobot Bayi Lebih Ringan


Ilustrasi dari Thinkstock PhotosPara ibu hamil yang masih bekerja hingga menjelang persalinannya, cenderung memiliki bayi dengan bobot tubuh yang lebih ringan. Demikian diungkapkan sebuah penelitian di University of Essex.

Wanita yang bekerja pada saat usia kandungan sudah berusia 8 bulan memiliki bayi 0,2 kg lebih ringan daripada mereka yang berhenti bekerja antara usia kandungan 6-8 bulan, kata peneliti.

Terus bekerja pada usia kandungan tua punya efek setara dengan merokok saat mengandung. Bayi yang ibunya bekerja atau merokok saat mengandung juga tumbuh lebih lambat di rahim.
Penelitian sebelumnya menunjukkan, bayi dengan bobot kelahiran yang ringan berisiko tinggi mengalami gangguan kesehatan dan pertumbuhan lambat, dan dapat menderita berbagai masalah lain di kemudian hari.

Efek bekerja saat mengandung mungkin berdampak lebih besar pada mereka yang melakukan pekerjaan yang melibatkan fisik. Bobot bayi yang lahir dari ibu yang berusia di bawah 24 tahun tidak terpengaruh jika ibu mereka tetap bekerja, namun pada ibu dengan usia yang lebih tua berdampak sangat signifikan.


Para peneliti mengidentifikasi 912 anak yang ibunya merupakan bagian dari British Household Panel Survey, yang digelar antara 1991 dan 2005.

Sampel pada 17.483 wanita yang melahirkan pada 2000 dan 2001 yang ambil bagian dalam Millennium Cohort Study juga diperiksa dan menunjukkan hasil serupa, juga dengan 12.166 orang dari National Survey of Family Growth, berkaitan dengan kelahiran di AS antara awal 1970-an dan 1995.

Salah satu penulis dalam penelitan, Profesor Marco Francesconi, mengatakan bahwa pemerintah harus mempertimbangkan insentif untuk para atasan perusahaan supaya menawarkan kelonggaran bagi wanita yang meminta izin sebelum, dan bukan sesudah melahirkan. Ia menambahkan, bayi dengan bobot kelahiran yang ringan cenderung akan menghabiskan lebih banyak uang negara di kemudian hari.



Dia mengatakan, “Kami tahu bahwa bobot kelahiran ringan adalah sebuah prediksi tentang apa yang akan terjadi nanti, termasuk kesempatan yang lebih kecil untuk menamatkan sekolah, gaji yang lebih kecil dan kematian yang lebih besar. Kita perlu mempertimbangkan secara serius izin kehamilan, karena — seperti yang disimpulkan dari penelitian ini — kemungkinan keuntungan memberikan kelonggaran izin sebelum kelahiran mungkin dapat lebih besar.”

Penelitian tersebut juga menemukan bahwa wanita Inggris dapat bekerja lebih lama saat kehamilan. Sekitar 16 persen dari ibu yang ditanyai oleh British Household Panel Study, yang sudah dilakukan sejak 1991, yang bekerja hingga sebulan sebelum melahirkan, dibandingkan 30 persen wanita yang disurvei Millennium Cohort Study (MCS) yang melahirkan pada 2000 dan 2001.

Penelitian tersebut dipublikasikan dalam “Journal of Labour Economics” edisi Juli.